Kesadaran Berlalu-lintas Di Jalan Raya

Berapa jam dari waktumu dalam sehari, dihabiskan di jalan raya? lima jam? enam jam? dan ada berapa banyak pelanggaran dan ketidakdisiplinan berlalu-lintas yang kamu temui? atau malah kamu adalah bagian dari para pelanggar itu? *lari cari tempat sembunyian*.
Begitu banyak pelanggaran dan tindakan indisipliner yang bisa kita temui di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai kendaraan besar. Langsung kita bahas satu persatu ya.
  1. Pejalan kaki : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah berjalan tidak pada trotoar (gimana mau jalan di trotoar, orang trotoarnya aja buat jualan pedagang kaki lima), menyeberang tidak pada zebra cross atau jembatan penyeberangan, menyeberang dengan tiba-tiba.
  2. Sepeda : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah pindah ruas jalan secara tiba-tiba ketika akan menyeberang. (aku pernah mengalami hal ini. Dua kali malah. Suatu sore aku sedang mengendarai mobil pulang ke rumah. Didepanku ada pengendara sepeda. Posisi dia ada di sebelah depan-kiri mobilku. Ketika aku semakin dekat dengan sepeda itu, tiba-tiba dengan enak dan santainya dia pindah ke sebelah tengah dari jalan yang kami lalui tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Andai saja aku lebih cepat 5 km/h, wah.. ngga kebayang deh bagaimana kecelakaannya. Kalo terjadipun, pasti aku sudah babak belur dihajar massa. Karena yang dilihat mereka hanyalah siapa menabrak siapa, bukan siapa yang salah. Kejadian yang kedua pun sama saja. Hanya waktu itu aku mengendarai motor. Kasusnya sama, pindah ruas jalan tanpa menoleh kebelakang).
  3. Becak : Sama seperti sepeda, hanya saja becak masih mau menoleh kebelakang terlebih dahulu.
  4. Motor : Pelanggaran dan tindakan indisipliner yang sering dilakukan adalah menggunakan ruas jalan yang seharusnya dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Terkadang juga melakukan U-turn secara tiba-tiba, overloaded (yang seharusnya berkapasitas 2 orang dewasa, menjadi 2 orang dewasa, 2 anak plus bagasi tambahan di bagian belakang motor).
  5. Mobil : Pelanggaran yang dilakukan adalah mengendarai melebihi batas kecepatan yang diijinkan, pengemudi yang mengantuk dan tidak berhenti untuk istirahat sejenak, mendahului kendaraan lain tanpa menghiraukan marka jalan yang tidak putus-putus.
  6. Kendaraan umum : Ini adalah creme de la creme-nya pelanggaran dan tindakan indisipliner di jalan raya. Ngga perlu aku sebutin satu-satu. Karena semua orang tahu, pengemudi kendaraan umumlah yang berada di peringkat atas dalam urusan langgar-melanggar *stand up for a while, to give sarcastic standing ovation and sarcastic hail for them*
Untung masih bisa diambil sisi positifnya, para pelaku pelanggaran tadi tidak bertemu pada waktu yang bersamaan. Kalo itu terjadi,..... figure it sendiri lah.
Begitulah tema entry-ku kali ini. Masih ngga jauh-jauh dari celaan. Tapi kalo kamu perhatikan lebih dalam, entry ini bukan celaan kok. Hanya sekedar pengingat apakah kita termasuk keenam pelanggar tadi atau bukan.

Disiplin dan berhati-hatilah pada saat berkendara di jalan raya. Karena bukan nyawa kita saja yang jadi taruhannya. :D



1 comments:

  1. Syah

    bajaj? di yogya ga ada bajaj neng... huehehehe... jadi aku ga ngerti pelanggaran mereka

     

Post a Comment