Showing posts with label Preview and Review. Show all posts
Showing posts with label Preview and Review. Show all posts
Dia Dan Aku
14 comments Published Saturday, February 17, 2007 by Syah in Buku, For Your Info, Preview and ReviewKali ini saya akan me-review sebuah buku. Buku yang secara tak sengaja saya beli di Gramedia Cirebon seminggu yang lalu.
Buku ini menyajikan perdebatan yang akademis, berargumentasi nalariah, berlandaskan realitas Indonesia, perihal kunci menuju kemajuan bangsa, antara penulisnya dengan para penentu dan mereka yang berpengaruh atas kebijakan serta arah pembangunan.
Semua konsep itu diilhami oleh progresisme sebagai suatu ideologi, yaitu suatu sistem yang terorganisir dari representasi dan kepercayaan, yang bersendikan keyakinan bahwa kemanusiaan tunduk, dalam proses historisnya, pada suatu hukum yang mengusungnya, dengan sukarela atau paksaan, ke suatu tujuan yang lebih baik.
Dalam penulisan buku ini, sang penulis menyebut dirinya 'Aku' dan tokoh-tokoh yang mengesankannya melalui dialog, diskusi dan pengalamannya ditampilkan sebagai 'Dia'.
Kepada Bung Hatta, sang penulis menegaskan :
Buku ini menyajikan perdebatan yang akademis, berargumentasi nalariah, berlandaskan realitas Indonesia, perihal kunci menuju kemajuan bangsa, antara penulisnya dengan para penentu dan mereka yang berpengaruh atas kebijakan serta arah pembangunan.
Semua konsep itu diilhami oleh progresisme sebagai suatu ideologi, yaitu suatu sistem yang terorganisir dari representasi dan kepercayaan, yang bersendikan keyakinan bahwa kemanusiaan tunduk, dalam proses historisnya, pada suatu hukum yang mengusungnya, dengan sukarela atau paksaan, ke suatu tujuan yang lebih baik.
Dalam penulisan buku ini, sang penulis menyebut dirinya 'Aku' dan tokoh-tokoh yang mengesankannya melalui dialog, diskusi dan pengalamannya ditampilkan sebagai 'Dia'.
Kepada Bung Hatta, sang penulis menegaskan :
Pendidikan nasional perlu dibangun sesuai dengan kecenderungan manusiawi yang bersifat kultural.
Kepada Pak Harto disampaikan :
Pembangunan ekonomi ini dalam jangka yang tidak terlalu panjang bisa runtuh seperti rumah dari kartu dan keruntuhan ini pasti akan membuat pembangunan nasional sebagai keseluruhan menjadi berantakan. Selama ini pembangunan kelihatan maju karena ditopang utang. Dan Pak Harto diam saja, kelihatannya dia tidak senang.
Dan tentang agama, sang penulis berprinsip :
Aku tidak mau kelak sejarah menyalahkan agamaku, Islam, sebagai penghambat pengembangan nalar..... Yang sebenarnya takut menjadi "tidak laku" di pentas nasional adalah para mualim yang memonopoli tafsir...
Sekilas buku ini memang terasa "berat" tetapi alur cerita dan gaya bahasa yang disampaikan membuat kita akan terus-menerus untuk membacanya. Dan jika anda sangat merindukan figur seorang kakek yang senang mendongeng, saya rasa buku setebal 924 halaman dan seharga Rp 135.000,- ini bisa memuaskan dahaga rindu anda.
Tautan :
Read more...
Menilik Kembali Long Road To Heaven
6 comments Published Thursday, February 01, 2007 by Syah in Preview and ReviewSebelumnya saya sudah pernah membuat entry tentang Long Road To Heaven. Tapi itu hanyalah pratilik yang saya ambil dari berbagai situs dan merangkumnya menjadi sebuah blog entry. Pertama kali membacanya memang membuat saya tertarik untuk menonton. Tapi setelah saya membaca ulasan dari Tika, saya menjadi ragu. Karena di film itu banyak sekali blooper-nya.
Pada dasarnya saya adalah orang yang mudah penasaran dan tidak mudah percaya apabila tidak disaksikan oleh mata saya sendiri. Saya tonton film itu. Dan apa yang diulas oleh Tika sebelumnya, memang benar bahwa film itu banyak sekali blooper-nya. Tapi, saya melihatnya dari sisi yang berbeda. Saya melihat dari sisi emosi dan dialognya. Ketika melihat dari sisi ini, saya seolah dibawa untuk merasakan apa yang dirasakan oleh para teroris dan korban. Tak ada kesubyektifan dalam film ini. Dan satu lagi, dialognya juga cerdas.
Jadi, apabila anda ingin menonton tetapi masih ada keraguan, saya sarankan untuk tetap menontonnya. Dengan melihat sisi yang lain, bukan dari blooper-nya.
Addendum :
Ada yang mengusik pikiran saya setelah menonton film ini. Disitu diceritakan bahwa suatu saat Imam Samudra akan mengirim surat dengan menggunakan Microsoft Word yang ada di Laptopnya. Jika kenyataannya memang begitu, dan Imam Samudra adalah orang yang benar-benar fanatik serta sangat membenci Amerika, kenapa dia harus menggunakan Microsoft Word yang notabene adalah produk Amerika ?
(didedikasikan untuk inspirator saya Herman Saksono, yang sangat ingin mengetahui ulasannya)
Pada dasarnya saya adalah orang yang mudah penasaran dan tidak mudah percaya apabila tidak disaksikan oleh mata saya sendiri. Saya tonton film itu. Dan apa yang diulas oleh Tika sebelumnya, memang benar bahwa film itu banyak sekali blooper-nya. Tapi, saya melihatnya dari sisi yang berbeda. Saya melihat dari sisi emosi dan dialognya. Ketika melihat dari sisi ini, saya seolah dibawa untuk merasakan apa yang dirasakan oleh para teroris dan korban. Tak ada kesubyektifan dalam film ini. Dan satu lagi, dialognya juga cerdas.
Jadi, apabila anda ingin menonton tetapi masih ada keraguan, saya sarankan untuk tetap menontonnya. Dengan melihat sisi yang lain, bukan dari blooper-nya.
Addendum :
Ada yang mengusik pikiran saya setelah menonton film ini. Disitu diceritakan bahwa suatu saat Imam Samudra akan mengirim surat dengan menggunakan Microsoft Word yang ada di Laptopnya. Jika kenyataannya memang begitu, dan Imam Samudra adalah orang yang benar-benar fanatik serta sangat membenci Amerika, kenapa dia harus menggunakan Microsoft Word yang notabene adalah produk Amerika ?
(didedikasikan untuk inspirator saya Herman Saksono, yang sangat ingin mengetahui ulasannya)
Read more...
Long Road To Heaven
16 comments Published Tuesday, January 23, 2007 by Syah in Preview and Review
Long Road To Heaven adalah sebuah film drama, bukan dokumenter, yang terinspirasi dari tragedi Bali. Film ini bercerita dalam 3 kurun waktu utama, yaitu: pada saat bom meledak di Oktober 2002, masa persidangan Amrozi cs di Bali 7 bulan setelah pemboman, dan masa dimana para teroris mempersiapkan rencana mereka untuk melakukan aksi ini.
Namun Long Road To Heaven tidak hanya berkutat pada karakter-karakter teroris. Film tentang kemanusiaan ini bercerita dari berbagai sudut pandang. Terutama sudut pandang karakter-karakter lain yang merasakan langsung, efek dari tragedi. Film dibuka dengan cerita Hannah Catrelle (Mirrah Foulkes) seorang warga negara Amerika yang tinggal di Bali ketika bom meledak. Ditengah-tengah kekacauan ia bertemu dengan Haji Ismail (Joshua Pandelaki), lelaki muslim warga Bali yang bersama-sama menjadi sukarelawan. Melalui pertemuan ini Hannah belajar tentang Islam yang sesungguhnya dan menyadari bagaimana prasangka buruk bisa mengakibatkan pemahaman yang salah tentang kemanusiaan.
Sementara itu, Liz Thompson (Raelee Hill), seorang wartawan Australia yang datang ke Bali 7 bulan setelah pemboman, dipertemukan dengan Wayan Diya (Alex Komang), supir taksi asli Bali. Wayan yang semula sangat tertutup terhadap Liz akhirnya bercerita tentang adiknya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Liz sendiri akhirnya menemukan pemahaman baru tentang nilai-nilai spiritualisme Bali.
Banyak makna dibalik tragedi ini yang bisa kita ambil. Film ini mencoba memahami pemikiran para pelaku, keluarga korban dan masyarakat asing. Walau pendekatan film ini fiksi, semua data merupakan hasil riset yang disajikan seimbang sehingga diharapkan penonton akan memihak pada nurani dan kemanusiaannya.
Dalam kehidupan modern ini manusia diharapkan agar dapat menyikapi perbedaan dengan positif, sampai akhirnya kita dapat menghargai perbedaan. Pada dasarnya manusia cinta damai namun dalam realitasnya selalu ada upaya-upaya yang mencoba menghalangi terjadinya damai dimuka bumi.
Berikut adalah orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film Long Road To Heaven.
Cast :
Raele Hill sebagai Liz Thompson
Mirrah Foulkes sebagai Hannah Catrelle
Alex Komang sebagai Wayan Diya
Surya Saputra sebagai Hambali
John O'Hare sebagai Tim Dawson
Sarah Treleaven sebagai Julie Dawson
Joshua Pandelaki sebagai Haji Ismail
Crew :
Sutradara - Enison Sinaro
Penulis Naskah - Wong Wai Leng
Penulis Naskah - Andy Logam-Tan
Produser Eksekutif - Larry Y. Higgs
Produser - Nia Dinata
Produser - Constantin Papadimitriou
Co-Produser - Wilza Lubis
Co-Produser - Dewi Umaya Rachman
Co-Produser - Ninin Omar Faisal
Penata Seni - Iri Supit
Penata Fotografi - Ical Tanjung
Perekam Suara - Suhadi
Penata Suara - Satrio Budiono
Editor - Sastha Sunu
Editor - Cesa D. Luckmansyah
Musik - Thoersi Argeswara
Line Producer - Wilza Lubis
Post Producer - Dewi Umaya
Post Producer - Elza Hidayat
Mulai tayang di bioskop 25 Januari 2007
Tautan :
- Long Road To Heaven official website
- Movie Review
- Long Road To Heaven di Detik.com
Read more...
Unfaithful -An Affair to Remember-
2 comments Published Tuesday, November 07, 2006 by Syah in Anger, Preview and Review, SarcasmPerbuatan apa yang tak bisa dimaafkan oleh Tuhan? Ya. perbuatan itu adalah menyekutukan-Nya. Kita sebagai umat beragama, tentu sangat mencintai Tuhan kita masing-masing. Akan tetapi, kalo kita sudah menyekutukan-Nya atau kalo boleh dibilang, selingkuh, hmm... "there is no mercy for you" says God.
Bagaimana jika kasus ini menimpa sesama manusia? Apakah mereka akan memaafkan apabila salah satu dari pasangan, berselingkuh? Aku teringat quote dari seorang teman
Bagaimana jika kasus ini menimpa sesama manusia? Apakah mereka akan memaafkan apabila salah satu dari pasangan, berselingkuh? Aku teringat quote dari seorang teman
Selingkuh itu selingan indah keluarga utuh. You should try it sometime. It's fun... Asal ga ketauan ama pasangan kamu aja
Ooh,.... it's unfuckenbelieveable. Kata-kata itu begitu mudah meluncur dari mulutnya. Sorry my friend, i have to say this to you "CURSE ON YOU !!!". Kenapa sih aku begitu mengutuk para peselingkuh itu? Meski katanya selingkuh itu enak fun. Ada beberapa alasan yang akan aku kemukakan disini :
- Ketika kamu dalam masa pacaran, dan kamu berselingkuh, tidakkah kamu ingat masa-masa indah dengan pasanganmu, tidakkah kamu ingat komitmen awal dengan pasanganmu, tidakkah kamu ingat keluarga yang merestui hubunganmu. Dan kamu melakukan selingkuh itu demi kesenangan sesaat? Mau dibawa kemana hubunganmu?
- Ketika kamu menikah, dan kamu berselingkuh, tidakkah kamu ingat anak-anakmu yang kamu lahir dan besarkan, tidakkah kamu ingat masa-masa indah dalam masa pacaranmu, tidakkah kamu ingat ketika kamu meminta restu kepada orang tuamu di hari pernikahanmu, tidakkah kamu ingat betapa bahagianya orang tuamu ketika mereka mendapatkan cucu. Dan kamu melakukan selingkuh itu demi kesenangan sesaat? Mau dibawa kemana keluargamu?
GOD DAMN !!!! *nggebrak keyboard laptop* sori, aku begitu emosional ketika menulis blog ini.
Lalu, apa kita akan memaafkan pasangan kita yang selingkuh? Jawabnya : Tentu saja. Dengan catatan mereka harus mengakuinya terlebih dahulu, meminta maaf, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Terserah jika hubungan itu mau berlanjut atau tidak. Sebagai manusia, sebelum kita hablum minallah, terlebih dahulu kita hablum minannas. Dosa kepada sesama manusia yang dimaafkan, tentu akan dimaafkan juga oleh Tuhan. Tetapi, dosa tersebut tak akan dimaafkan oleh Tuhan jika tak dimaafkan oleh sesama manusia. Itulah alasan kenapa kita harus memaafkan dosa seseorang yang mungkin bagi kita sulit untuk kita maafkan.
Addendum :
Kalo kamu ada keinginan untuk selingkuh, sebelum kamu melakukannya, tonton dulu film Unfaithful. Dijamin deh, kamu akan berpikir sepuluh ribu kali untuk selingkuh.
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)
The Blogger
- Syah
- Aku selalu percaya kepada manusia. Aku hanya tak percaya pada iblis yang bersemayam di hati mereka.
Recent Comments
Tags
Archives
- October 2008 (3)
- August 2008 (6)
- June 2008 (2)
- May 2008 (1)
- April 2008 (3)
- March 2008 (2)
- January 2008 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (1)
- September 2007 (1)
- August 2007 (3)
- July 2007 (1)
- June 2007 (2)
- May 2007 (3)
- April 2007 (1)
- March 2007 (5)
- February 2007 (7)
- January 2007 (13)
- December 2006 (11)
- November 2006 (14)
