Dia Dan Aku
14 comments Published Saturday, February 17, 2007 by Syah in Buku, For Your Info, Preview and ReviewBuku ini menyajikan perdebatan yang akademis, berargumentasi nalariah, berlandaskan realitas Indonesia, perihal kunci menuju kemajuan bangsa, antara penulisnya dengan para penentu dan mereka yang berpengaruh atas kebijakan serta arah pembangunan.
Semua konsep itu diilhami oleh progresisme sebagai suatu ideologi, yaitu suatu sistem yang terorganisir dari representasi dan kepercayaan, yang bersendikan keyakinan bahwa kemanusiaan tunduk, dalam proses historisnya, pada suatu hukum yang mengusungnya, dengan sukarela atau paksaan, ke suatu tujuan yang lebih baik.
Dalam penulisan buku ini, sang penulis menyebut dirinya 'Aku' dan tokoh-tokoh yang mengesankannya melalui dialog, diskusi dan pengalamannya ditampilkan sebagai 'Dia'.
Kepada Bung Hatta, sang penulis menegaskan :
Pendidikan nasional perlu dibangun sesuai dengan kecenderungan manusiawi yang bersifat kultural.
Kepada Pak Harto disampaikan :
Pembangunan ekonomi ini dalam jangka yang tidak terlalu panjang bisa runtuh seperti rumah dari kartu dan keruntuhan ini pasti akan membuat pembangunan nasional sebagai keseluruhan menjadi berantakan. Selama ini pembangunan kelihatan maju karena ditopang utang. Dan Pak Harto diam saja, kelihatannya dia tidak senang.
Dan tentang agama, sang penulis berprinsip :
Aku tidak mau kelak sejarah menyalahkan agamaku, Islam, sebagai penghambat pengembangan nalar..... Yang sebenarnya takut menjadi "tidak laku" di pentas nasional adalah para mualim yang memonopoli tafsir...
Sekilas buku ini memang terasa "berat" tetapi alur cerita dan gaya bahasa yang disampaikan membuat kita akan terus-menerus untuk membacanya. Dan jika anda sangat merindukan figur seorang kakek yang senang mendongeng, saya rasa buku setebal 924 halaman dan seharga Rp 135.000,- ini bisa memuaskan dahaga rindu anda.
Tautan :
Read more...
Ana Al Haqq -Akulah Sang Kebenaran-
2 comments Published Tuesday, December 12, 2006 by Syah in For Your InfoDalam sejarah perkembangannya, tokoh-tokoh ulama sufi yang paling berpengaruh adalah Imam al-Ghazali, Jalaluddin Rumi, Abdul Qadir Jaelani, Mansur al-Hallaj, dan Syaikh Siti Jenar. Yang dua terakhir adalah tokoh sufi paling kontroversi di jamannya.
Mungkin kebanyakan dari kalian sudah banyak yang mengetahui siapa itu Al-Ghazali, Rumi, dan Abdul Qadir Jaelani. Karena itulah aku ngga akan membahasnya disini. Aku akan membahas al-Hallaj dan Syaikh Siti Jenar.
* Husain bin Mansur al-Hallaj : Ulama sufi abad ke-9 yang lahir di kota Thur, South East Iran. Dia terkenal karena berkata "Akulah Sang Kebenaran" dan membuatnya dieksekusi mati karena dianggap telah menyebarkan bid'ah (ajaran yang sudah menyimpang dari akidah agama itu sendiri). Di dalam Islam, tidak menerima pandangan bahwa manusia bisa bersatu dengan Allah. Dan karena al-Haqq adalah salah satu dari asma Allah, maka ini berarti al-Hallaj menyatakan ketuhanannya sendiri. Itulah sebabnya dia dieksekusi karena dianggap telah menyimpang dari akidah Islam itu sendiri.
* Syaikh Siti Jenar : Nama alias-nya adalah Syaikh Lemah Abang, Sitibrit, Abdul Jalil, dan masih banyak lagi karena terdapat varian cerita berbeda-beda mengenai nama-namanya. Dia adalah salah satu penyebar agama Islam bersama-sama dengan Wali Songo di pulau Jawa. Akan tetapi ajaran dan cara hidupnya bertentangan dengan Wali Songo. Perbedaannya terletak pada aspek formal dalam menjalankan syariah yang sudah ditentukan oleh Wali Songo. Sama seperti al-Hallaj, ajaran Syaikh Siti Jenar juga dianggap bid'ah. Ajaran itu adalah Manunggaling Kawula Gusti dan konsep Mati Sakjeroning Urip. Yaitu konsep tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Dia menganggap bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah kematian. Dan sebaliknya apa yang disebut kematian adalah awal kehidupan yang abadi dan hakiki. Akibat ajarannya ini, Wali Songo meminta agar Syaikh Siti Jenar dijatuhi hukuman mati. Wali Songo tidak perlu repot-repot untuk mengeksekusinya. Ketika mereka (Wali Songo) memintanya, Syaikh Siti Jenar sudah mematikan dirinya sendiri (bukan bunuh diri) dengan cara melepaskan ruh dari raganya.
Begitulah entry ini ditulis dengan segala keterbatasan ingatanku saja. Correct me if i wrong ya..
The moral of this entry :
Apa yang kamu yakini sebagai sebuah kebenaran, mungkin bukanlah sebuah kebenaran buat yang lainnya. Stop peperangan dan perselisihan akibat perbedaan kebenaran yang kamu yakini. Karena bahwasanya manusia diciptakan berbeda dan manusiapun sesungguhnya tak punya daya, upaya, serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yang hakiki.
Read more...
Kamu Bukanlah Siapa-Siapa Sampai Seseorang Mencintaimu
2 comments Published Saturday, November 25, 2006 by Syah in For Your Info, Petuah BijakKetika kamu tak lagi mencintai atau mulai membenci pasanganmu, mengacuhkan teman-temanmu, bahkan ketika kamu merasa jauh dengan orang tuamu, untuk menjadi sendiri, saat itulah kamu bukanlah siapa-siapa.
Tuhan telah menganugerahi sebuah cinta kepada manusia untuk bisa mencintai sesamanya. Gunakanlah anugerah itu untuk membangun kembali hubunganmu yang akan runtuh. Cintailah pasanganmu, dekatilah teman-temanmu dan sayangi mereka, hubungi orang tuamu dan katakan kepada mereka bahwa kamu mencintainya. Dengan begitu, tak ada lagi orang di dunia ini yang merasakan betapa sakitnya kesendirian.
Read more...
Bahasaku, Bahasamu, Bahasa Kita, dan Salah Kaprahnya
5 comments Published Tuesday, November 14, 2006 by Syah in For Your InfoTemanku : “ Ah, kamu itu sok banget sih. Ngomong pake dicampur-campur aja bahasanya. Rumah sakit kali bukan hospital. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”
Aku : “Lho,… kalo dibawa ke rumah sakit ntar bukannya jadi sembuh malah tambah sakit.”
Temanku : “Mana ada orang sakit masuk rumah sakit malah tambah sakit?”
Menurutku terdapat kerancuan makna untuk kata ‘rumah sakit’. Sebutan ‘rumah sakit’ terasa lebih cocok apabila diganti dengan ‘hospital’. Sebab, kalau ‘rumah makan’ dimaksudkan ‘rumah untuk makan’ maka ‘rumah sakit’ juga bisa dimaksudkan ‘rumah untuk sakit’
Jika kita menelusuri asal dari sebuah kata (etimologi), bisa kita temui arti yang sangat berlawanan dengan arti sebenarnya. Contohnya adalah kata ‘cendekiawan’. Asal kata ‘cendekia’ berasal dari bahasa Hindustani (sekarang bahasa Hindi dan Urdu), yakni ‘chhandikya’ yang berarti ‘suka memfitnah’. Kata ini juga bersinonim dengan durhaka, culas, dan khianat. Dalam bahasa Minangkabau pun, kata tersebut masih dipakai dengan arti ‘licik’. Mungkin karena alasan inilah Gus Dur tidak mau menjadi anggota ICMI
Contoh yang lain lagi adalah kata ‘sarjana’. Dilihat dari etimologisnya, kata ‘sarjana’ berasal dari bahasa Sansekerta, yakni ‘sajjana’ yang berarti ‘bewatak baik’, ‘arif’, dan ‘terhormat’. Arti ‘sarjana’ mengalami penyempitan makna menjadi ‘orang yang menamatkan pendidikan S1’. Kalau kamu adalah sarjana, maka ingatlah asal muasal kata ini, diharapkan agar nantinya selalu arif, terhormat dan berwatak baik.
Percakapan sehari-hari juga di bumbui dengan kata dari bahasa asing. Untuk yang satu ini tidak begitu masalah sebenarnya, karena memang belum ditemukan padanan katanya. Tapi kalau kata tersebut sudah dibakukan dan dimasukkan ke dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) apa masih layak mengucapkan sesuai aslinya?. Kata ‘fluoride’, ‘chlorine’, dan ‘calcium’ sebenarnya sudah dibakukan ke dalam KBBI. Tetapi masih banyak saja orang yang mengucapkannya /floraid/, /klorain/, /kelsyum/ bukannya /florida/, /klorin/, dan /kalsium/. Kemudian ada lagi kata ‘produk’ diucapkan menjadi /prodak/, kata ‘klien’ dilafalkan menjadi /klayen/ dan kata ‘ad hoc’ yang belum dibakukan dilafalkan menjadi /ed hok/. Padahal kata ‘ad hoc’ sebenarnya bukan berasal dari bahasa Inggris melainkan bahasa latin dan dilafalkan menjadi /ad hok/.
Memang, untuk melafalkan sebuah kata tidak harus menguasai pengetahuan etimologi, tetapi kita sudah mempunyai KBBI yang bisa dirujuk setiap saat. Untuk itu berhati-hatilah jika melafalkan kata yang berasal dari bahasa asing. Karena bahasa adalah identitas sebuah bangsa.
Read more...
Watch Your Own Blog, And Your Own Tongue
0 comments Published Thursday, November 09, 2006 by Syah in For Your InfoDianggap menghina kewibawaan umat Islam, seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ditangkap. Mahasiswa bernama Abdul Karim Nabil (22) itu dianggap menghina lewat tulisan-tulisan di blog miliknya. (read more)...
Jadi untuk kedepannya aku ngga akan kapok untuk mengusung tema celaan dan sindiran ini atau lebih dikenal dengan istilah satire. Kecuali ada seseorang yang menyanggah dengan alasan yang masuk akal, dan bisa diterima oleh sebagian orang banyak, aku akan berhenti mencela dan menyindir.
Kalo kalian termasuk golongan orang seperti aku, dan ingin membuat blog yang bertema satire, berikut adalah saran agar entry kalian ngga mengundang kontroversi dan polemik yang berkepanjangan seperti blogger yang aku contohkan di atas tadi.
- Jangan pernah mencela Presiden manapun. Terutama George W Bush. Karena agen federal disana selalu mengintai semua situs yang berhubungan dengan cacian, rencana pembunuhan, dan terror terhadap Negara tersebut dan Presidennya.
- Jangan pernah mencela agama manapun, meski Yahudi sekalipun. Seharusnya kita bisa saling mengenal, menghargai, hormat-menghormati, dan bertoleransi antar sesama pemeluk agama manapun di dunia ini. Bukannya bercerai-berai dan berperang angkat senjata gara-gara beda agama.
- Jangan pernah menyela orang lain karena ras ataupun sukunya. Alasannya sama, kita sebagai manusia diciptakan berbeda suku dan berbeda bangsa. Kenapa harus mencela orang lain karena warna kulitnya berbeda?.
- Kalo perlu, dampingi pengacara saat membuat entry blog
. Supaya argumen kamu kuat saat ada orang yang menuntut entry kamu.
Read more...
Kesadaran Berlalu-lintas Di Jalan Raya
1 comments Published Tuesday, November 07, 2006 by Syah in Anger, For Your Info, SarcasmBegitu banyak pelanggaran dan tindakan indisipliner yang bisa kita temui di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai kendaraan besar. Langsung kita bahas satu persatu ya.
- Pejalan kaki : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah berjalan tidak pada trotoar (gimana mau jalan di trotoar, orang trotoarnya aja buat jualan pedagang kaki lima), menyeberang tidak pada zebra cross atau jembatan penyeberangan, menyeberang dengan tiba-tiba.
- Sepeda : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah pindah ruas jalan secara tiba-tiba ketika akan menyeberang. (aku pernah mengalami hal ini. Dua kali malah. Suatu sore aku sedang mengendarai mobil pulang ke rumah. Didepanku ada pengendara sepeda. Posisi dia ada di sebelah depan-kiri mobilku. Ketika aku semakin dekat dengan sepeda itu, tiba-tiba dengan enak dan santainya dia pindah ke sebelah tengah dari jalan yang kami lalui tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Andai saja aku lebih cepat 5 km/h, wah.. ngga kebayang deh bagaimana kecelakaannya. Kalo terjadipun, pasti aku sudah babak belur dihajar massa. Karena yang dilihat mereka hanyalah siapa menabrak siapa, bukan siapa yang salah. Kejadian yang kedua pun sama saja. Hanya waktu itu aku mengendarai motor. Kasusnya sama, pindah ruas jalan tanpa menoleh kebelakang).
- Becak : Sama seperti sepeda, hanya saja becak masih mau menoleh kebelakang terlebih dahulu.
- Motor : Pelanggaran dan tindakan indisipliner yang sering dilakukan adalah menggunakan ruas jalan yang seharusnya dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Terkadang juga melakukan U-turn secara tiba-tiba, overloaded (yang seharusnya berkapasitas 2 orang dewasa, menjadi 2 orang dewasa, 2 anak plus bagasi tambahan di bagian belakang motor).
- Mobil : Pelanggaran yang dilakukan adalah mengendarai melebihi batas kecepatan yang diijinkan, pengemudi yang mengantuk dan tidak berhenti untuk istirahat sejenak, mendahului kendaraan lain tanpa menghiraukan marka jalan yang tidak putus-putus.
- Kendaraan umum : Ini adalah creme de la creme-nya pelanggaran dan tindakan indisipliner di jalan raya. Ngga perlu aku sebutin satu-satu. Karena semua orang tahu, pengemudi kendaraan umumlah yang berada di peringkat atas dalam urusan langgar-melanggar *stand up for a while, to give sarcastic standing ovation and sarcastic hail for them*
Begitulah tema entry-ku kali ini. Masih ngga jauh-jauh dari celaan. Tapi kalo kamu perhatikan lebih dalam, entry ini bukan celaan kok. Hanya sekedar pengingat apakah kita termasuk keenam pelanggar tadi atau bukan.
Disiplin dan berhati-hatilah pada saat berkendara di jalan raya. Karena bukan nyawa kita saja yang jadi taruhannya.
Read more...
The Whirling Dervishes
0 comments Published by Syah in For Your InfoTarian ini diciptakan oleh Jalaluddin Rumi pada tahun 1273 di Konya (sekarang Turki). Ketika itu Rumi berpisah dengan Mursyid-nya (guru) yang bernama Syams. Ketika Rumi menyadari bahwa Syams ngga akan kembali lagi, ia (Rumi) mengenakan pakaian berkabung (sejenis jubah putih India dengan kopiah wol berwarna merah). Kemudian dia melakukan Sema' untuk mengenang Syams. Dari berbagai acara Sema' inilah mulai terbentuk tarekat Malawi, dan kaumnya disebut kaum Darwis berputar.
Didalam tradisi tarekat Malawi, Sema' merupakan perwakilan dari perjalanan mistis naiknya sebuah jiwa melalui cinta dan akal untuk menuju keadaan "sempurna". Symboliccaly, dalam perjalanan naiknya jiwa ini, adalah perputaran nasib manusia menuju kebenaran, tumbuh dan berkembang melalui cinta, pemusnahan ego, pencarian kebenaran, dan nantinya sampai dalam keadaan "sempurna", kemudian jiwa itu kembali lagi, dengan kedewasaan yang lebih matang. Sekali lagi aku tekankan disini, bahwa tarian itu adalah simbolik. Jadi jangan salah kira kalo setelah melakukan sema', jiwa kita akan menjadi lebih dewasa. Aku juga mau kalo kayak gitu caranya
Cara melakukan tarian ini adalah dengan berputar counter clockwise, tangan direntangkan dengan tangan kanan menghadap keatas dan tangan kiri menghadap kebawah. Arti simbolik dari perputaran ini adalah berputarnya bumi pada porosnya dan perputaran bumi mengelilingi matahari. Sedangkan tangan yang menghadap keatas dan kebawah adalah arti simbolik dari jiwa yang naik keatas langit dan jiwa yang kembali turun ke bumi.
Photo Gallery
Courtesy of Wikipedia
Courtesy of Wikipedia
Courtesy of Daniel KramerRead more...
Time Is Money
0 comments Published by Syah in For Your Info, SarcasmDi Italia misalnya, saat negara mereka mulai memasuki musim dingin, mereka akan memundurkan waktu selama satu jam. Tidur malam menjadi lebih panjang, selisih waktu dengan Indonesia (WIB) menjadi 6 jam dari sebelumnya yang berselisih 5 jam. Setiap tahunnya mereka (negara-negara Eropa) memulai musim panas pada Minggu terakhir bulan Maret dan mengakhirinya pada Minggu terakhir bulan Oktober. Itulah kenapa siaran Liga Italia di stasiun TV kita berubah tayang menjadi jam 9 malam dari sebelumnya jam 8 malam (banyak penggila bola yang belum mengetahui hal ini lho)
Sebenarnya, waktu musim panas adalah waktu nyata, dan waktu musim dingin adalah waktu rekayasa. Dan motivasi dari pemberlakuan pengaturan waktu ini adalah demi penghematan energi listrik dan uang.
Indonesia sebenarnya bisa mencontoh pemberlakuan pengaturan waktu tersebut, meski di negara kita tidak mengenal musim panas dan musim dingin. Caranya adalah dengan menghapus zona waktu WIB, WITA, WIT, dan menggantinya dengan satu zona waktu saja. Dengan begitu maka akan membuat seolah-olah malam akan datang lebih lambat untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini akan mempunyai efek psikologis kepada setiap orang untuk menunda menyalakan lampu. Dan snow ball efect-nya adalah penghematan energi listrik dan uang. Berapa KWh yang bisa dihemat tiap tahunnya jika menerapkan pemberlakuan pengaturan waktu ini.
Sebenarnya pembagian zona waktu menjadi WIB, WITA, WIT, terlalu kaku. Sebagai contoh, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, yang secara nyata hanya berbeda beberapa menit saja, tapi karena adanya tiga zona waktu tadi, maka perbedaannya menjadi satu jam.
Negara Asia yang sudah menerapkan pemberlakuan pengaturan waktu ini adalah China. Jika menurut cara yang dianut Indonesia, yaitu setiap beda 15 derajat garis bujur bumi ditetapkan beda satu jam, China seharusnya mempunyai empat zona waktu. Tapi China hanya menerapkan satu zona waktu saja.
Mau hemat? Tirulah China !!
Post Script :
Denger-denger peribahasa Time Is Money asalnya dari China ya? Aku lupa waktu itu denger dimana. Tapi memang logis lah kalo peribahasa itu asalnya dari China. China kan gudangnya orang bijak
Read more...
Welcome To The Family
2 comments Published by Syah in For Your InfoSebelum kita menyelam lebih jauh, akan lebih baik kalo kita mengenal kata Mafia terlebih dahulu. Kata "mafia" telah dipakai untuk melambangkan semua kelompok kejahatan terorganisasi, baik itu dari Sisilia, daratan Italia, Asia, bahkan mungkin Amerika Selatan. Tapi, di dalam dunia kejahatan, hanya ada satu kelompok kejahatan terorganisasi yang berhak menyandang istilah "mafia" dan itu adalah Mafia Sisilia. Kenapa? karena kalo dilihat dari tinjauan etimologisnya, kata "mafia" itu berasal dari Sisilia.
Sebuah legenda menceritakan bahwa serangan Perancis atas Sisilia pada tahun 1282 mendorong lahirnya motto Morte Alla Francia Italia Anela (Maut di Tangan Perancis adalah Tangis Italia) atau kalo disingkat menjadi M.A.F.I.A. Legenda lain menceritakan bahwa setelah seorang gadis Sisilia diperkosa dan dibunuh oleh serdadu Perancis, ibunya meratap, "Ma fia, ma fia" ("putriku, putriku!")
Beberapa tahun kemudian, pada 1868, kata "mafia" dimasukan ke dalam daftar kamus Sisilia. Arti yang diberikan disitu adalah "tantangan, keberanian, dan bualan". Jadi, menurut definisi-definisi itu, "mafia" bukanlah julukan ataupun nama, melainkan, dan lebih tepat, cara untuk menggambarkan tata perilaku tertentu, sikap kejantanan dan kekuatan, yang dinilai tinggi di kalangan masyarakat Sisilia. Seseorang bisa disebut mafioso tanpa harus menjadi kriminal sejati. Dia adalah seorang individu yang banyak dikagumi, yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhanya sendiri, memecahkan persoalannya sendiri, dengan kehormatan, martabat, dan kekuatan. Berlawanan banget kan ama stigma tadi diatas
Sampai sini sudah jelas? harus !!
Ok, let's dive deeper and deeper to figure out all about mafia. Kita ke strukturnya ya.
Mafia structure :
* Boss or Don : Kepala Keluarga. Sang Don adalah kekuasaan mutlak di sebuah keluarga. Dialah yang membuat keputusan akhir untuk sebuah operasi yang akan dilakukan anak buahnya. Operasi itu bisa pembunuhan, pertemuan antar keluarga, bisnis, dan semua operasi yang bisa menguntungkan bagi keluarga yang dipimpinnya.
* Underboss : The second man in the family. Ketika sang Don meninggal dunia, maka underboss lah yang mengambil alih pimpinan. Underboss juga biasa disebut putra mahkota. Karena yang menjadi underboss adalah anak laki-laki tertua sang Don.
* Consigliere : Is an advisor to the family. Orang yang menjabat consigliere biasanya adalah pengacara. Dia bertugas untuk legal defense.
* Captain or Capo : Is in charge of a crew. Mereka membawahi 20 sampai 30 prajurit. Berhak merekrut prajurit baru dibawah saran sang Don. Mereka juga menjalankan keluarga kecil mereka. Tentu saja harus mengikuti peraturan dan batasan yang dibuat oleh sang Don.
* Soldiers : Soldiers are made members of the family, and can only be of Italian or Sicilian background. Mereka inilah para pelaksana operasi yang diperintahkan sang Don.
* Associate : An Associate is not a member of the mob, but more of an errand boy.
Nah, itulah hierarkhi yang ada di mafia. Kita telah mengetahui apa itu mafia dan struktur organisasinya. Rasanya belum sreg kalo belum membahas operasi atau bisnis yang dijalankan oleh mafia.
Seperti yang kita ketahui, di dalam dunia kejahatan, ada tiga besar jenis bisnis yang selalu cepat menghasilkan uang. Bisnis-bisnis itu adalah :
1. Perdagangan Senjata.
2. Narkotika.
3. Perdagangan Budak.
Tapi, mafia tidak pernah terlibat ketiga bisnis besar diatas (kalaupun ada, mereka bukanlah mafia Sisilia, melainkan mafia Kolombia). Kenapa? Karena mereka percaya bahwa seandainya mereka menggeluti bisnis tersebut, mereka akan runtuh suatu hari nanti. Mereka khawatir nantinya para politisi, hakim dan law enforcement lainnya yang berada di bawah perlindungan mereka, akan berbalik menyerangnya. Mereka lebih menyukai bisnis judi dan pelacuran. Karena bisnis ini bisa dilegalkan suatu saat nanti (sekarang kita banyak menemui bisnis serupa yang legal kan?).
*menghela napas* sebenarnya masih banyak yang masih mau aku omongin disini. Tapi aku khawatir nantinya blog ini malah tidak menyerupai blog pada umumnya, melainkan menyerupai disertasi seseorang yang sedang kuliah kriminologi
Read more...
The Blogger
- Syah
- Aku selalu percaya kepada manusia. Aku hanya tak percaya pada iblis yang bersemayam di hati mereka.
Recent Comments
Tags
Archives
- October 2008 (3)
- August 2008 (6)
- June 2008 (2)
- May 2008 (1)
- April 2008 (3)
- March 2008 (2)
- January 2008 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (1)
- September 2007 (1)
- August 2007 (3)
- July 2007 (1)
- June 2007 (2)
- May 2007 (3)
- April 2007 (1)
- March 2007 (5)
- February 2007 (7)
- January 2007 (13)
- December 2006 (11)
- November 2006 (14)
