Showing posts with label Anger. Show all posts
Showing posts with label Anger. Show all posts
Apa Alasanmu Tinggalkan Aku ?
6 comments Published Tuesday, January 30, 2007 by Syah in Anger, Petuah Bijak, PuisiSayangku, apa alasanmu tinggalkan aku ?
Apakah kau sudah tak mencintaiku dan mencintai yang lain ?
Bukankah cinta adalah sesuatu yang bisa tumbuh apabila kita terus memupuknya ?
Kalau kau tak mencintaiku lagi, kita pupuk lagi, kita bina lagi dari awal, agar terbentuk cinta baru.
Sayangku, aku masih tak mengerti kenapa kau tinggalkan aku.
Apakah kita sudah tidak cocok lagi ?
Bukankah setiap manusia tidak ada yang cocok ?
Yang ada hanyalah pencocokan abadi.
Bukankah manusia disatukan atas dasar perbedaan dan diharapkan saling melengkapi satu sama lain ?
Jelaskan padaku, apa alasanmu meninggalkan aku ?
Apakah karena materi ?
Sayangku, bukankah materi adalah sesuatu yang bisa kita cari jika kita mau berusaha.
Bukankah lebih terasa enak jika kita mengumpulkan pundi-pundi bersama mulai dari awal ?
Sayangku, jangan beralasan kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu.
Bukankah manusia tak ada yang sempurna ?
Kalau kau mencari yang terbaik, mau sampai kapan kau harus terus mencari yang terbaik itu ?
Sayangku, apakah karena masa laluku sehingga kau meninggalkanku ?
Apa kau tak mengerti falsafah leher manusia ?
Leher manusia tak sepenuhnya bisa diputar ke belakang.
Karena itulah seharusnya manusia tak selalu melihat masa lalunya.
Sayangku, berhentilah beralasan kalau alasanmu meninggalkanku tak bisa dijelaskan dengan logika.
Bukankah cinta seharusnya mengenal logika ?
Dan segala hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika jika kita mau dan bisa mempelajarinya ?
Aku tak rela jika kau tinggalkan.
Aku tak bisa mencintai tanpa memiliki.
( Didedikasikan kepada orang-orang yang menceraikan atau meninggalkan pasangannya hanya untuk menikahi orang lain )
Apakah kau sudah tak mencintaiku dan mencintai yang lain ?
Bukankah cinta adalah sesuatu yang bisa tumbuh apabila kita terus memupuknya ?
Kalau kau tak mencintaiku lagi, kita pupuk lagi, kita bina lagi dari awal, agar terbentuk cinta baru.
Sayangku, aku masih tak mengerti kenapa kau tinggalkan aku.
Apakah kita sudah tidak cocok lagi ?
Bukankah setiap manusia tidak ada yang cocok ?
Yang ada hanyalah pencocokan abadi.
Bukankah manusia disatukan atas dasar perbedaan dan diharapkan saling melengkapi satu sama lain ?
Jelaskan padaku, apa alasanmu meninggalkan aku ?
Apakah karena materi ?
Sayangku, bukankah materi adalah sesuatu yang bisa kita cari jika kita mau berusaha.
Bukankah lebih terasa enak jika kita mengumpulkan pundi-pundi bersama mulai dari awal ?
Sayangku, jangan beralasan kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu.
Bukankah manusia tak ada yang sempurna ?
Kalau kau mencari yang terbaik, mau sampai kapan kau harus terus mencari yang terbaik itu ?
Sayangku, apakah karena masa laluku sehingga kau meninggalkanku ?
Apa kau tak mengerti falsafah leher manusia ?
Leher manusia tak sepenuhnya bisa diputar ke belakang.
Karena itulah seharusnya manusia tak selalu melihat masa lalunya.
Sayangku, berhentilah beralasan kalau alasanmu meninggalkanku tak bisa dijelaskan dengan logika.
Bukankah cinta seharusnya mengenal logika ?
Dan segala hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika jika kita mau dan bisa mempelajarinya ?
Aku tak rela jika kau tinggalkan.
Aku tak bisa mencintai tanpa memiliki.
( Didedikasikan kepada orang-orang yang menceraikan atau meninggalkan pasangannya hanya untuk menikahi orang lain )
Read more...
Kehilangan Yang Tak Perlu Disesali
8 comments Published Wednesday, December 13, 2006 by Syah in AngerPonselku berbunyi ketika aku sedang mengedit entry "Ana al-Haqq -Akulah Sang Kebenaran-". Dari seorang teman yang ingin menanyakan kabarku. Dia adalah seorang wanita yang pekerja keras, tegas, jujur apa adanya, dan jika berbicara tak pernah memperhatikan perasaan orang yang diajak bicara.
Temanku : "Hey,.... gmana kabarnya?
Aku : *dengan nada datar* "Baik....."
Temanku : "Kok jawabnya gitu,.... lagi ngapain sih?"
Aku : "Ini... lagi ngedit entry blog ama browsing di friendster"
Temanku : "Ngapain sih ngeblog? kayak ga ada kerjaan lain aja. Blog kan kumpulan orang-orang narsis pengangguran yang beromong kosong aja. Friendster juga sama aja. Kumpulan orang-orang konyol yang narsis dan sok-sokan. Udahlah ga usah ikut-ikutan yang kayak gitu. Urusin dulu lamaran kerjamu itu. Itu kan lebih bermanfaat."
Aku : "SHUT THE FUCK UP.....!!!!!" *mematikan ponsel*
Entahlah, apa yang kulakukan ini benar. Memaki dan memutuskan pembicaraan di ponsel. Tapi pandangannya terhadap blogger dan friendster-lah yang membuat merah telingaku. It's ok, aku marah karena aku seorang blogger. Terlalu subyektif memang. Tapi aku yakin, seseorang yang bukan blogger pun juga akan panas telinganya jika mendengar kata-kata yang diucapkan temanku tadi. Begitu enaknya, begitu entengnya dia ngomong tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Apa tak pernah diajarkan tata krama oleh orang tuanya dulu? Apa jika dia memandang segala hal, selalu melihat putih diatas hitam?
Tampaknya, aku harus kehilangan seorang teman lagi. Tapi kali ini aku tak perlu menyesalinya. Terima kasih teman, telah mengingatkanku tentang masalah lamaran kerja. Tapi cara pandangmu terhadap orang lain, membuatku muak tak terkira.
Temanku : "Hey,.... gmana kabarnya?
Aku : *dengan nada datar* "Baik....."
Temanku : "Kok jawabnya gitu,.... lagi ngapain sih?"
Aku : "Ini... lagi ngedit entry blog ama browsing di friendster"
Temanku : "Ngapain sih ngeblog? kayak ga ada kerjaan lain aja. Blog kan kumpulan orang-orang narsis pengangguran yang beromong kosong aja. Friendster juga sama aja. Kumpulan orang-orang konyol yang narsis dan sok-sokan. Udahlah ga usah ikut-ikutan yang kayak gitu. Urusin dulu lamaran kerjamu itu. Itu kan lebih bermanfaat."
Aku : "SHUT THE FUCK UP.....!!!!!" *mematikan ponsel*
Entahlah, apa yang kulakukan ini benar. Memaki dan memutuskan pembicaraan di ponsel. Tapi pandangannya terhadap blogger dan friendster-lah yang membuat merah telingaku. It's ok, aku marah karena aku seorang blogger. Terlalu subyektif memang. Tapi aku yakin, seseorang yang bukan blogger pun juga akan panas telinganya jika mendengar kata-kata yang diucapkan temanku tadi. Begitu enaknya, begitu entengnya dia ngomong tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Apa tak pernah diajarkan tata krama oleh orang tuanya dulu? Apa jika dia memandang segala hal, selalu melihat putih diatas hitam?
Tampaknya, aku harus kehilangan seorang teman lagi. Tapi kali ini aku tak perlu menyesalinya. Terima kasih teman, telah mengingatkanku tentang masalah lamaran kerja. Tapi cara pandangmu terhadap orang lain, membuatku muak tak terkira.
Read more...
This Love Has Lost Its Common Sense
7 comments Published Wednesday, November 29, 2006 by Syah in Anger, SarcasmSudah.... kuarungi laut samudera. Hanya untuk mencari dimana dirimu. Tapi... semakin jauh ku mencari, cinta... semakin aku tak mengertiSori.... Entry kali ini pakai bahasa lisan.
Ada yang belum pernah merasakan manisnya jatuh cinta? well...semoga Tuhan membukakan pintu hatimu untuk bisa merasakan betapa manisnya cinta. Dan bagi mereka yang pernah sakit karena cinta, semoga Tuhan memberimu kedewasaan dalam menyikapinya.
Ketika kita jatuh cinta, akan sulit bagi kita untuk bisa berpikir jernih menggunakan akal sehat (correct me if i wrong). Dan semua usaha yang telah kita lakukan, akan menjadi sia-sia apabila cinta kita bertepuk sebelah tangan. Ada yang menghabiskan jutaan rupiah untuk pulsa telepon, jutaan rupiah untuk surprise gift. Dan semua ridiculous effort lainnya saat kita jatuh cinta.
Memang menyebalkan sih jika kita udah bela-belain keluar duit banyak, eeh.. ternyata si dia malah memilih lelaki lain yang mungkin baru dikenalnya seminggu. Terus ada lagi, kita juga akan sebel kalo liat lelaki yang tidak sedewasa, secerdas kita, bisa bersanding ama wanita yang mungkin lebih tua usianya. Lelaki yang bisa menggaet wanita meski he is not good looking enough, juga kita males liatnya
So,.... what the hell happen here?
Well then,.... Blame the hell it on yourself. Apa yang dibutuhkan wanita, bukanlah hartanya (kecuali yang matre) karena harta bisa dicari. Bukan juga kecerdasan dan kedewasaan karena itu semua bisa dipelajari. Tampang? apalagi... konyol aja denger alasan seseorang saling mencintai karena tampang. Yang dibutuhkan wanita hanyalah rasa aman, tenang, nyaman, damai, dan semua perasaan yang susah dibayangkan lelaki jika berada disampingnya. Jadi, kalo kamu udah bela-belain keluar jutaan rupiah, bela-belain belajar biar keliatan pinter di depan sang wanita, dan dandan bak David Beckham, terus ditolak mentah-mentah cintamu, maka jangan salahkan wanita itu. Salahkan dirimu sendiri kenapa ngga bisa memberikan perasaan nyaman kepada wanita. Am i right ladies?
Read more...
Kesadaran Berlalu-lintas Di Jalan Raya
1 comments Published Tuesday, November 07, 2006 by Syah in Anger, For Your Info, SarcasmBerapa jam dari waktumu dalam sehari, dihabiskan di jalan raya? lima jam? enam jam? dan ada berapa banyak pelanggaran dan ketidakdisiplinan berlalu-lintas yang kamu temui? atau malah kamu adalah bagian dari para pelanggar itu? *lari cari tempat sembunyian*.
Begitu banyak pelanggaran dan tindakan indisipliner yang bisa kita temui di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai kendaraan besar. Langsung kita bahas satu persatu ya.
Begitulah tema entry-ku kali ini. Masih ngga jauh-jauh dari celaan. Tapi kalo kamu perhatikan lebih dalam, entry ini bukan celaan kok. Hanya sekedar pengingat apakah kita termasuk keenam pelanggar tadi atau bukan.
Disiplin dan berhati-hatilah pada saat berkendara di jalan raya. Karena bukan nyawa kita saja yang jadi taruhannya.
Begitu banyak pelanggaran dan tindakan indisipliner yang bisa kita temui di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai kendaraan besar. Langsung kita bahas satu persatu ya.
- Pejalan kaki : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah berjalan tidak pada trotoar (gimana mau jalan di trotoar, orang trotoarnya aja buat jualan pedagang kaki lima), menyeberang tidak pada zebra cross atau jembatan penyeberangan, menyeberang dengan tiba-tiba.
- Sepeda : Pelanggaran yang sering dilakukan adalah pindah ruas jalan secara tiba-tiba ketika akan menyeberang. (aku pernah mengalami hal ini. Dua kali malah. Suatu sore aku sedang mengendarai mobil pulang ke rumah. Didepanku ada pengendara sepeda. Posisi dia ada di sebelah depan-kiri mobilku. Ketika aku semakin dekat dengan sepeda itu, tiba-tiba dengan enak dan santainya dia pindah ke sebelah tengah dari jalan yang kami lalui tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Andai saja aku lebih cepat 5 km/h, wah.. ngga kebayang deh bagaimana kecelakaannya. Kalo terjadipun, pasti aku sudah babak belur dihajar massa. Karena yang dilihat mereka hanyalah siapa menabrak siapa, bukan siapa yang salah. Kejadian yang kedua pun sama saja. Hanya waktu itu aku mengendarai motor. Kasusnya sama, pindah ruas jalan tanpa menoleh kebelakang).
- Becak : Sama seperti sepeda, hanya saja becak masih mau menoleh kebelakang terlebih dahulu.
- Motor : Pelanggaran dan tindakan indisipliner yang sering dilakukan adalah menggunakan ruas jalan yang seharusnya dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Terkadang juga melakukan U-turn secara tiba-tiba, overloaded (yang seharusnya berkapasitas 2 orang dewasa, menjadi 2 orang dewasa, 2 anak plus bagasi tambahan di bagian belakang motor).
- Mobil : Pelanggaran yang dilakukan adalah mengendarai melebihi batas kecepatan yang diijinkan, pengemudi yang mengantuk dan tidak berhenti untuk istirahat sejenak, mendahului kendaraan lain tanpa menghiraukan marka jalan yang tidak putus-putus.
- Kendaraan umum : Ini adalah creme de la creme-nya pelanggaran dan tindakan indisipliner di jalan raya. Ngga perlu aku sebutin satu-satu. Karena semua orang tahu, pengemudi kendaraan umumlah yang berada di peringkat atas dalam urusan langgar-melanggar *stand up for a while, to give sarcastic standing ovation and sarcastic hail for them*
Begitulah tema entry-ku kali ini. Masih ngga jauh-jauh dari celaan. Tapi kalo kamu perhatikan lebih dalam, entry ini bukan celaan kok. Hanya sekedar pengingat apakah kita termasuk keenam pelanggar tadi atau bukan.
Disiplin dan berhati-hatilah pada saat berkendara di jalan raya. Karena bukan nyawa kita saja yang jadi taruhannya.
Read more...
Unfaithful -An Affair to Remember-
2 comments Published by Syah in Anger, Preview and Review, SarcasmPerbuatan apa yang tak bisa dimaafkan oleh Tuhan? Ya. perbuatan itu adalah menyekutukan-Nya. Kita sebagai umat beragama, tentu sangat mencintai Tuhan kita masing-masing. Akan tetapi, kalo kita sudah menyekutukan-Nya atau kalo boleh dibilang, selingkuh, hmm... "there is no mercy for you" says God.
Bagaimana jika kasus ini menimpa sesama manusia? Apakah mereka akan memaafkan apabila salah satu dari pasangan, berselingkuh? Aku teringat quote dari seorang teman
Bagaimana jika kasus ini menimpa sesama manusia? Apakah mereka akan memaafkan apabila salah satu dari pasangan, berselingkuh? Aku teringat quote dari seorang teman
Selingkuh itu selingan indah keluarga utuh. You should try it sometime. It's fun... Asal ga ketauan ama pasangan kamu aja
Ooh,.... it's unfuckenbelieveable. Kata-kata itu begitu mudah meluncur dari mulutnya. Sorry my friend, i have to say this to you "CURSE ON YOU !!!". Kenapa sih aku begitu mengutuk para peselingkuh itu? Meski katanya selingkuh itu enak fun. Ada beberapa alasan yang akan aku kemukakan disini :
- Ketika kamu dalam masa pacaran, dan kamu berselingkuh, tidakkah kamu ingat masa-masa indah dengan pasanganmu, tidakkah kamu ingat komitmen awal dengan pasanganmu, tidakkah kamu ingat keluarga yang merestui hubunganmu. Dan kamu melakukan selingkuh itu demi kesenangan sesaat? Mau dibawa kemana hubunganmu?
- Ketika kamu menikah, dan kamu berselingkuh, tidakkah kamu ingat anak-anakmu yang kamu lahir dan besarkan, tidakkah kamu ingat masa-masa indah dalam masa pacaranmu, tidakkah kamu ingat ketika kamu meminta restu kepada orang tuamu di hari pernikahanmu, tidakkah kamu ingat betapa bahagianya orang tuamu ketika mereka mendapatkan cucu. Dan kamu melakukan selingkuh itu demi kesenangan sesaat? Mau dibawa kemana keluargamu?
GOD DAMN !!!! *nggebrak keyboard laptop* sori, aku begitu emosional ketika menulis blog ini.
Lalu, apa kita akan memaafkan pasangan kita yang selingkuh? Jawabnya : Tentu saja. Dengan catatan mereka harus mengakuinya terlebih dahulu, meminta maaf, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Terserah jika hubungan itu mau berlanjut atau tidak. Sebagai manusia, sebelum kita hablum minallah, terlebih dahulu kita hablum minannas. Dosa kepada sesama manusia yang dimaafkan, tentu akan dimaafkan juga oleh Tuhan. Tetapi, dosa tersebut tak akan dimaafkan oleh Tuhan jika tak dimaafkan oleh sesama manusia. Itulah alasan kenapa kita harus memaafkan dosa seseorang yang mungkin bagi kita sulit untuk kita maafkan.
Addendum :
Kalo kamu ada keinginan untuk selingkuh, sebelum kamu melakukannya, tonton dulu film Unfaithful. Dijamin deh, kamu akan berpikir sepuluh ribu kali untuk selingkuh.
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)
The Blogger
- Syah
- Aku selalu percaya kepada manusia. Aku hanya tak percaya pada iblis yang bersemayam di hati mereka.
Recent Comments
Tags
Archives
- October 2008 (3)
- August 2008 (6)
- June 2008 (2)
- May 2008 (1)
- April 2008 (3)
- March 2008 (2)
- January 2008 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (1)
- September 2007 (1)
- August 2007 (3)
- July 2007 (1)
- June 2007 (2)
- May 2007 (3)
- April 2007 (1)
- March 2007 (5)
- February 2007 (7)
- January 2007 (13)
- December 2006 (11)
- November 2006 (14)