Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Aku Bukan Apapun

Aku tidak seperti yang kau bayangkan
Bukan angin yang memberimu kesejukan
Bukan pula api yang menhangatkanmu

Aku bukanlah sesuatu yang ada di pikiranmu
Bukan juga yang datang dan lalu pergi

Aku tidak memerlukan bahasa dan lisan
Aku seperti apa adanya aku
Bukan yang lain

Didedikasikan kepada orang-orang menyebalkan yang suka memfitnah dan menusuk dari belakang.


Read more...

Semakin Hari Semakin Cinta Semakin Gila

Melihat lagi senyum yang tak pernah kumiliki
Merasakan kembali betapa teduh tatapan matanya
Ketika dia berkata, saat itu juga terdengar nyanyian mahadewi
Saat aku berada didekatnya, aku ingin waktu berjalan sangat lama
Hanya saja, waktu tak tunduk padaku
Begitu juga dia, pergi berlalu
Segala kerinduanku akan dia, terobati lagi entah kapan
Segala cintaku akan dia, kurasakan kembali entah kapan
Meski aku tahu, apa yang dia rasakan tak sama denganku
Dan aku tak peduli akan itu

(Untuk Miss. Untouchables)




Read more...

Memilih Yang Terkasih

Aku bisa terima meski harus terluka
Karena ku terlalu mengenal hatimu
Aku telah merasa dari awal pertama
Kau takkan bisa lama berpaling darinya

Ternyata hatiku benar
Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara
Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini

Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima…

Ku tak bisa terima…
Bila terus tak setia…
Menghianati dia…
Menduakan cinta…

Cinta Begini -Tangga-


Memilih memang mudah. Kecuali yang menyangkut perasaan orang lain. Tapi bisakah memilih satu diantara dua atau lebih tanpa harus mengedepankan ego dan menyakiti perasaan orang lain itu ?


Read more...

Apa Alasanmu Tinggalkan Aku ?

Sayangku, apa alasanmu tinggalkan aku ?
Apakah kau sudah tak mencintaiku dan mencintai yang lain ?
Bukankah cinta adalah sesuatu yang bisa tumbuh apabila kita terus memupuknya ?
Kalau kau tak mencintaiku lagi, kita pupuk lagi, kita bina lagi dari awal, agar terbentuk cinta baru.

Sayangku, aku masih tak mengerti kenapa kau tinggalkan aku.
Apakah kita sudah tidak cocok lagi ?
Bukankah setiap manusia tidak ada yang cocok ?
Yang ada hanyalah pencocokan abadi.
Bukankah manusia disatukan atas dasar perbedaan dan diharapkan saling melengkapi satu sama lain ?

Jelaskan padaku, apa alasanmu meninggalkan aku ?
Apakah karena materi ?
Sayangku, bukankah materi adalah sesuatu yang bisa kita cari jika kita mau berusaha.
Bukankah lebih terasa enak jika kita mengumpulkan pundi-pundi bersama mulai dari awal ?

Sayangku, jangan beralasan kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu.
Bukankah manusia tak ada yang sempurna ?
Kalau kau mencari yang terbaik, mau sampai kapan kau harus terus mencari yang terbaik itu ?

Sayangku, apakah karena masa laluku sehingga kau meninggalkanku ?
Apa kau tak mengerti falsafah leher manusia ?
Leher manusia tak sepenuhnya bisa diputar ke belakang.
Karena itulah seharusnya manusia tak selalu melihat masa lalunya.

Sayangku, berhentilah beralasan kalau alasanmu meninggalkanku tak bisa dijelaskan dengan logika.
Bukankah cinta seharusnya mengenal logika ?
Dan segala hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika jika kita mau dan bisa mempelajarinya ?

Aku tak rela jika kau tinggalkan.
Aku tak bisa mencintai tanpa memiliki.


( Didedikasikan kepada orang-orang yang menceraikan atau meninggalkan pasangannya hanya untuk menikahi orang lain )


Read more...

Jangan Tersinggung Lagi

Aku hanya berkata apa adanya
Untuk mengkritikmu
Hanya untuk membuatmu lebih baik
Bukan untuk menyudutkanmu
Lalu, kenapa kamu marah?

Aku pun tak serius
Dengan apa yang aku katakan
Semua hanyalah gurauan belaka
Untuk membuatmu tertawa
Aku juga tak berniat menyindir
Dengan gurauan itu
Lalu kenapa kamu marah?

Aku berkata jujur
Tapi kamu malah tidak suka
Karena itu terkadang menyakitkan
Kamu lebih suka aku bohong
Agar kamu tak merasa tersinggung
Lantas, apa aku harus terus berbohong?

Kamu diciptakan dengan dua mata
Lihatlah yang satu itu dengan kedua matamu
Aku hanya tak ingin
Kamu mudah tersinggung lagi

(Didedikasikan kepada orang-orang yang mudah tersinggung dan terpancing emosinya)


Read more...

Takdir

Ayah,....
Apakah yang disebut takdir manusia hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan ?
Atau sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut dan melompatinya dari awan satu ke awan yang lain ?
Hal itu masih belum kumengerti.
Keduanya mungkin saja akan bermuara di akhir yang sama.
Hanya saja, saat memilih cara yang kedua, seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya.
Kemudian dalam pertarungan hidup ini, akhirnya aku mengerti bahwa mereka yang memiliki hal itulah adalah orang yang benar-benar tegar menjalani hidup.
Lalu ayah,....
Tujuanku hanya satu.
Aku ingin selalu tegar dan kuat dalam menjalani pertarungan hidup ini.
Itulah perasaanku saat ini.

(Thanks to Masashi Kishimoto, the creator of Neji Hyuuga, based on his comic Naruto)


Read more...

Kau Ini Bagaimana ? Aku Harus Bagaimana ?

Aku tlah sepenuhnya mencintaimu.
Tapi kau mencampakkanku begitu saja.
Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana ?

Sungguh tak ada wanita selain kau di hatiku.
Tapi akhirnya kau pun pindah ke lain hati.
Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana?

Aku apatis, kau bilang tak perhatian.
Aku perhatian, kau bilang posesif.
Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana ?

Kau dekat dengan yang lain, kau bilang teman.
Aku dekat dengan yang lain, kau bilang selingkuh.
Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana ?

Kau bilang aku kurang dewasa.
Aku dewasa kau bilang terlalu kaku.
Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana ?

Bisakah kau jawab ?
Aku hanya ingin jawaban.

(Terinspirasi dari puisi karya Gus Mus)


Read more...

Aku Merindukanmu

Jika waktu berhenti, maka dapat kulihat matanya yang teduh itu, tenggelam dalam tiap kedipan matanya, merasakan kembali hangatnya tatapan yang membuatku rindu akan hangatnya seduhan hangat cinta seorang wanita, yang dulu pernah kumiliki, kurasakan, lalu hilang. Memegang tangannya begitu lama. Merasakan hangatnya tangan yang ingin kupeluk dan menyampaikan getaran nadi lewat urat darahku yang juga merindukannya. Aku ingin dia tahu bahwa tiap nadiku merindukan dia. Aku tak perlu banyak bicara, aku ingin dia tahu. Aku ingin dia tahu, aku masih di sini.
Mungkin aku tak bisa menjadi yang dia inginkan, tapi aku menjadi air yang mengalir di samudera selamanya. Untuk dia.

Tapi aku tak bisa menghentikan waktu. Semesta tidak tunduk padaku. Dan tak pernah akan. Aku hanya tahu aku punya potongan jiwa yang sudah retak berkeping-keping, kucoba untuk mengumpulkannya kembali. Dan bayangan wajahnya ada di salah satu keping yang retak itu. Sesaat pun berlalu, dan dia harus pergi. Kuharapkan untuk kembali, nanti. Dan kuharap aku masih bisa melihat keping yang memantulkan wajahnya itu bersinar untukku.
Aku harus mencari perekat yang begitu kuat, agar semua kepingan itu bisa bersatu lagi. Supaya aku tahu, tak ada satupun di dunia ini yang bisa mencegahku untuk mengulang saat itu. Saat aku bersamanya, saat aku katakan padanya betapa aku merindukannya. Ia dan jiwanya. Ia dan tatapan matanya. Ia dan semesta yang bersamanya saat itu. Ia dan seluruh getaran akan dia yang bisa kurasakan saat meraih tangannya, dan merengkuhnya dalam kerinduanku akan dia.
Aku dan semestaku yang begitu menginginkannya. Aku dan jiwaku.
Malam sudah lewat, dan pagi menjelang. Seperti biasa, aku terjaga, dengan semua yang masih terjaga pagi ini. Semua yang belum mampu memejamkan mata dan menjenguk mimpi. Semua yang merasakan panas di pagi buta yang dingin. Semua yang tak bisa menemukan ketenangan saat jiwa lain terlelap. Pagi saat semua menutup selimut dan bertamu ke alam impian, aku menemukan diriku yang lain.


Read more...

Cepat Tanggalkan Kacamata Kudamu Itu

Jika kamu adalah seorang tifosi fanatik dari sebuah klub sepakbola, pasti kamu akan meremehkan atau bahkan mencibir klub lain yang tidak kamu dukung.
Jika kamu adalah penggemar fanatik dari sebuah grup band, telinga kamu pasti hanya bisa mendengarkan lagu dari grup band yang kamu gemari itu.
Jika kamu adalah pemeluk agama yang fanatik dan cenderung ekstrem, yang ada diotakmu pastilah hanya agamamu yang kamu anggap paling benar.
Jika kamu berasal dari suku bangsa tertentu yang kamu anggap paling istimewa, pastilah orang yang berbeda suku bangsa denganmu akan kamu anggap hina.
Jika kamu diciptakan dengan warna kulit yang kamu anggap paling sempurna warna kulitnya, orang yang berbeda warna kulit denganmu pastilah kamu anggap sebagai onggokan sampah yang tak pantas dihargai.
Bukankah kita terlahir dengan agama yang berbeda, lantas kenapa masih saja ada peperangan dan pertentangan yang mengatasnamakan agama?
Bukankah kita tercipta dengan warna kulit yang berbeda, lantas kenapa masih ada diskriminasi ras?
Bisakah kamu jawab pertanyaan ini wahai orang-orang yang berkacamata kuda?
Sayangnya, dunia ini tidak butuh orang-orang yang fanatik sepertimu.
Dunia ini tidak butuh orang-orang yang berkacamata kuda sepertimu.
Dunia ini butuh orang-orang yang bisa menghargai dan menghormati segala perbedaan.
Dunia ini butuh orang-orang yang bisa melihat berbagai warna menjadi sebuah pelangi.
Jika masih ingin tinggal di dunia ini, cepatlah tanggalkan kacamata kudamu itu kawan.
Tanggalkan….


Read more...