Tentang Keperawanan dan Keperjakaan

Saat aku sedang blogwalking, tanpa sengaja aku menemukan salah satu entry dari mas Satrianto. Pendek, tapi cukup menohok hati mereka yang tersindir oleh entry ini.

Jaman dulu, sekitar tahun keduaku jadi mahasiswa, aku pernah ngobrol sama seorang temenku yang jauh lebih senior. Dia cerita kalo dia punya temen, dan temennya itu pernah komentar kayak gini: “Buat aku, keperawanan itu cuma masalah sepele. Yang jadi soal, kalo hal sepele aja nggak bisa dia jaga, gimana dia mau njaga anak-anakku besok?”

Akupun langsung setuju pada saat itu juga.


Begitu pun aku mas. Aku justru ingin menambahkan. Bahwa suatu saat nanti, kita pasti akan menuai karma dan ujian atas perbuatan kita di masa lalu. Dan itu bisa saja menimpa pada anak-anak kita nantinya.
Jadi, aku tidak mempermasalahkan apakah anda masih perawan atau tidak. Yang jadi masalah adalah, jangan sampai anak-anak anda terkena imbas dari perbuatan orang tuanya di masa lalu.

Ada yang tidak setuju ?


Read more...

Apa Alasanmu Tinggalkan Aku ?

Sayangku, apa alasanmu tinggalkan aku ?
Apakah kau sudah tak mencintaiku dan mencintai yang lain ?
Bukankah cinta adalah sesuatu yang bisa tumbuh apabila kita terus memupuknya ?
Kalau kau tak mencintaiku lagi, kita pupuk lagi, kita bina lagi dari awal, agar terbentuk cinta baru.

Sayangku, aku masih tak mengerti kenapa kau tinggalkan aku.
Apakah kita sudah tidak cocok lagi ?
Bukankah setiap manusia tidak ada yang cocok ?
Yang ada hanyalah pencocokan abadi.
Bukankah manusia disatukan atas dasar perbedaan dan diharapkan saling melengkapi satu sama lain ?

Jelaskan padaku, apa alasanmu meninggalkan aku ?
Apakah karena materi ?
Sayangku, bukankah materi adalah sesuatu yang bisa kita cari jika kita mau berusaha.
Bukankah lebih terasa enak jika kita mengumpulkan pundi-pundi bersama mulai dari awal ?

Sayangku, jangan beralasan kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu.
Bukankah manusia tak ada yang sempurna ?
Kalau kau mencari yang terbaik, mau sampai kapan kau harus terus mencari yang terbaik itu ?

Sayangku, apakah karena masa laluku sehingga kau meninggalkanku ?
Apa kau tak mengerti falsafah leher manusia ?
Leher manusia tak sepenuhnya bisa diputar ke belakang.
Karena itulah seharusnya manusia tak selalu melihat masa lalunya.

Sayangku, berhentilah beralasan kalau alasanmu meninggalkanku tak bisa dijelaskan dengan logika.
Bukankah cinta seharusnya mengenal logika ?
Dan segala hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika jika kita mau dan bisa mempelajarinya ?

Aku tak rela jika kau tinggalkan.
Aku tak bisa mencintai tanpa memiliki.


( Didedikasikan kepada orang-orang yang menceraikan atau meninggalkan pasangannya hanya untuk menikahi orang lain )


Read more...