Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Cirebon -Just A Quick Visit-

Maaf untuk keterlambatan update. Ini dikarenakan switch hub dirumah saya kesamber geledek :D. Ditambah lagi lawatan singkat ke Cirebon, membuat saya jarang mengelus-elus Toshiba A105 saya. Kalau pun online, itu juga cuma lewat ponsel.
Ok, jangan tanyakan alasan sesungguhnya kenapa saya ke Cirebon. Bukan, bukan untuk ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, tapi lawatan saya kali ini cuma untuk jalan-jalan dan mencoba makanan khas Cirebon :P. Bukan alasan utama tentunya.
Kota ini terkenal dengan nasi jamblangnya. Yaitu nasi yang dibungkus dengan daun jati, dengan berbagai macam lauk.


Nah, yang ada di keranjang adalah nasi jamblang. Dan yang di piring, adalah lauk yang kita pilih sesuai selera kita. Karena Cirebon adalah kota yang dekat dengan pesisir laut Jawa, maka hidangan lauknya pun tidak jauh-jauh dari hasil laut. Ada udang, balakuthuk (sejenis cumi-cumi, atau mungkin bahasa Cirebonnya cumi-cumi ?), ikan, otak sapi (yang ini pengecualian), dan masih banyak lagi lauk lainnya yang bisa membuat kita gelap mata untuk mencoba semuanya.


Saya mencoba balakuthuk dan otak sapi waktu itu. Pada foto diatas, yang mirip perkedel adalah otak sapi. Otak sapi ini diolah seperti saat kita menggoreng bandeng. Kemudian yang ada di dekat sendok adalah balakuthuk yang dimasak dengan cara dibacem. Dan yang berwarna merah dan hitam adalah sambal tomat dan kuah yang berasal dari tinta balakuthuk tadi.
Setelah puas mengecap gurihnya balakuthuk dan otak sapi, saya mencoba menu yang lain lagi. Nasi lengko namanya.


Jika anda pernah menyantap gado-gado, maka nasi lengko tak jauh beda dari gado-gado itu. Bedanya, nasi lengko dilengkapi dengan empal daging dan emping melinjo.
Harga untuk satu porsi nasi lengko adalah Rp 17.000,- dan nasi jamblang adalah Rp 19.500,-. Ditambah dengan es jeruk, semuanya menjadi Rp 41.000,- Terasa mahal eh ? memang. Saya sendiri terkaget-kaget waktu itu. Padahal warungnya hanyalah kelas kaki lima.
Wah, ternyata bukan hanya warung kaki lima di Malioboro saja yang memberikan harga secara ngawur. Di Cirebon pun juga sama saja. Hanya bedanya, di Malioboro pedagangnya kini sudah "insyaf". Jika terus begini, nama nasi jamblang, lama-kelamaan bisa berubah nama menjadi nasi jablai. Nasi yang jarang dibelai oleh pelanggan setianya :).


Read more...